Bagaimana Membangun Manajemen Ritel dengan Baik?

Saat ini bisnis ritel merupakan salah satu usaha yang memiliki prospek yang baik dan terus berkembang. Pengelolaan bisnis ritel membutuhkan kesiapan pengelola dalam semua sisi manajemen. Kelemahan dalam satu sisi manajemen ritel akan membuat peritel mengalami kendala dalam mengelola dan memacu industri ritel bekerja dengan baik dan cepat.

Masalah umum yang dihadapi oleh pebisnis ritel -terutama pebisnis baru-  saat ini adalah masalah manajemen. Mereka biasanya membuka ritel dengan tanpa konsep atau tanpa manajemen strategi ritel yang matang.

Dalam tulisan ini saya akan membahas mengenai manajemen ritel mulai dari strategi pemasaran ritel, strategi financial dan keuangan ritel, strategi lokasi ritel, manajemen sumber daya manusia ritel, Informasi sistem dan supply chain manajemen ritel hingga manajemen hubungan customer.

A. Manajemen strategi pemasaran ritel.

Manajemen strategi ritel mencakup 1.) target market peritel. 2.) strategi peritel untuk memuaskan atau mencukupi kebutuhan pasar. 3.)dasar peritel untuk menciptakan competitive advantage. Target market adalah sasaran dimana peritel fokus menggarap pasar sasarannya. Sedangkan format ritel adalah bagaimana peritel mampu melakukan strategi ritel mix atau strategi bauran yaitu berupa type merchandise, pelayanan yg diberikan, strategi harga, strategi promosi dan advertising, strategi lay out dan design, tipikal lokasi dan customer services). Sedangkan competitve advantage adalah keunggulan peritel atas kompetisi yang ada yang tidak dapat dilakukan oleh kompetitor dan dapat diterapkan dalam jangka waktu yang lama. Strategi competitive advantage adalah hal yang paling penting dalam strategi pemasaran ritel. Membangun competitive advantage berarti bahwa peritel sedang membangun benteng yang kuat di pasar kompetisi pasar ritel. Ketika peritel berhasil membangun competitive advantage dengan kuat dan kokoh akan sulit bagi kompetitor untuk mencontoh atau mengikuti strategi competitive advantage ini dalam merebut pasar dan pelanggan.

Ada tujuh peluang penting bagi peritel untuk membangun competitive advantage: 1. ) customer loyalty. 2.)lokasi. 3.)manajemen sumber daya manusia. 4.)sistem informasi dan distribusi. 5.) merchandise yang unik. 6.) hubungan dengan supply chain. 7.)customer service.

Ada empat strategi pertumbuhan ritel yang mungkin sering dilakukan peritel yaitu: penetrasi pasar, ekspansi pasar, membangun format ritel dan diversifikasi ritel.

Mari kita bahas satu persatu topik ini.

Penetrasi pasar (market penetration) mencakup strategi ritel untuk menggarap pelanggan loyal (existing customer) dengan menggunakan format manajemen ritel terbaru. Dalam strategi ini pelangan loyal diharapkan bisa melakukan repeat order dengan item produk lain yang dijual oleh peritel. Penetrasi pasar menggunakan pendekatan pembukaan toko baru di area pelangan loyal tinggal dan membuka toko dalam dalam rentang waktu jam buka yang panjang. Pedekatan lain dalam penetrasi pasar adalah dengan memajang merchandise untuk meningkatkan salesman menjual barang lain dengan customer loyalnya.

Ekspansi pasar mencakup penerapan format ritel terhadap segment pasar yang baru digarap.

Strategi membangun format ritel adalah strategi peritel untuk membangun format ritel yang baru dimana format baru ini berbeda dengan format ritel mix diatas, untuk menggarap target market yang sama.

Strategi diversifikasi adalah strategi peritel untuk menggarap pasar yang relatif baru dan berbeda dengan format ritel yang selama ini sudah diterapkan. Jika peritel hendak masuk pasar global maka ada empat karakteristik yang harus diterapkan oleh peritel global. Pertama, kemampuan membangun competitive advantage secara global. Kedua, mampu beradaptasi dengan situasi budaya dan peraturan yang berlaku di negara dan budaya yang berbeda. Ketiga, penggunaan budaya global lebih memudahkan dalam menggarap pasar. Dan keempat adalah kemampuan financial dari peritel. Keempat karakteristik tadi adalah persyaratan minimal yang harus diterapkan oleh peritel skala global yang ingin ekspansi ke luar negeri dengan budaya yang berbeda.

Peritel yang handal juga perlu membangun strategi perencanaan ritel yang handal.  Strategi perencanaan ritel diperlukan untuk membangun industri ritel dengan kuat dan kokoh sehingga bisa bertahan dalam jangka lama dan berkembang sesuai dengan tuntutan pasar. Strategi perencanaan ritel mencakup beberapa tahap yang harus dibangun.

Tahap pertama: Membangun Visi dan Misi

Visi dan misi dari peritel mencakup hal-hal yang menjadi sasaran atau target peritel dan juga aktivitas yang hendak dilakukannya. Dalam membangun visi dan misi perlu ditekankan mengenai beberapa hal yaitu: 1.)jenis ritel yang dibangun. 2.) gambaran bisnis ritel dimasa depan. 3.)siapa pelanggan atau target market . 4.) bagaimana kemampuan dalam membangun ritel tersebut?. 5.) Apa yang dilakukan untuk merealisasikannya?

Tahap Kedua: Melakukan analisa pasar

Setelah menetapkan visi dan misi, tahap berikutnya adalah melakukan analisa pasar. Analisa pasar dilakukan dengan melihat semua faktor yang bisa mempengaruhi kelangsungan bisnis ritel. Analisa bisa dilakukan dengan melihat faktor peluang, ancaman, kekuatan dan kelemahan dari peritel.

Tahap ketiga: Identifikasi strategi pasar

Identifikasi strategi pasar ditekankan pada bagaimana meningkatkan penjualan dengan melihat peluang pasar yang ada atau menciptakan peluang pasar bagi peritel.

Tahap keempat: Mengevaluasi strategi.

Setelah strategi diidentifikasi langkah berikutnya adalah bagaimana strategi dievaluasi untuk menciptakan competitive advantage dan menciptakan laba dari strategi yang dibangun dalam jangka panjang. Peritel harus memfokuskan diri pada kekuatan dan competitive advantage nya.

Tahap kelima: Membangun  Tujuan secara spesifik.

Tujuan secara spesifik dalam jangka panjang harus dapat dilaksanakan dan diukur yang mencakup tiga hal penting yaitu: 1.)pengukuran performance. 2.) jangka waktu dimana tujuan dapat dicapai. 3.)jumlah investasi yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.

Tahap keenam: Membangun strategi mix ritel

Membangun strategi mix ritel untuk masing-masing strategi dimana jumlah investasi akan dievaluasi, dikontrok dan dievaluasi kinerjanya.

Tahap ketujuh: Evaluasi Kinerja

Tahap terahkir adalah mengevaluasi kinerja masing-masing strategi dan program implementasinya. Jika hasil evaluasi tidak sesuai dengan tujuan yang sudah digariskan untuk dicapai maka harus ada perubahan strategi.

B. Manajemen strategi financial dan keuangan ritel

Mengukur kinerja financial peritel biasanya melihat dari sisi profit yang didapatkan atau kenaikan profit dibandingkan tahun penjualan tahun lalu, bagaimana profit yang diinginkan pada tahun ini dan profit yang diinginkan pada tahun depan. Tetapi mengukur kinerja financial sebuah ritel bukan dilihat dari profit yang didapat tetapi lebih pada Return on Investment (ROI). Dan yang biasa digunakan dalam mengukur return in investment adalah return on assets (ROA).

ROA dapat dibagi menjadi dua yaitu perolehan laba dan perputaran laba dari perputaran asset.

Dalam mengukur kinerja keuangan ritel ada beberapa indicator yang bisa digunakan yaitu:

1.    Marjin Kotor. Marjin kotor ritel diukur berdasarkan beberapa kategori lainnya yaitu a.)persentase dari marjin kotor itu sendiri. b.) analisa per kategori item barang atau produk.c.) jumlah kerusakan barang dangangan. d.)jumlah persediaan barang yang tersedia. d.)marjin kotor per meter persegi

2.    Biaya Operasional Toko. Diukur dan dikaji berdasarkan pada factor gaji karyawan, biaya sewa lokasi atau gedung, jenis pengeluaran lainnya seperti kebersihan, listrik, air dll serta total biaya operasional toko lainnya.

3.    Marjin konstribusi yang diukur dari marjin kotor dengan biaya operasional serta perbandingan antar toko (jika ada)

Hal yang paling mendasar dalam industri ritel yang sering kali dilupakan oleh peritel adalah audit. Audit ritel diperlukan untuk menjaga konsistensi dari tujuan dan menjaga perolehan laba agar sesuai dengan yang diproyeksikan. Audit ritel dapat dilakukan dalam dua bentuk yaitu audit dalam proses penjualan dan audit dalam proses persediaan barang. Proses audit biasanya menyesuaikan antara ketersediaan barang dengan catatan akuntansi di bagian keuangan.

C. Manajemen strategi lokasi ritel

Lokasi ritel sangat berpengaruh pada kelangungan hidup bisnis ritel. Ada tiga tipe lokasi  yaitu lokasi ritel yang berdiri sendiri, lokasi ritel yang berada di sebuah area bisnis dan lokasi ritel yang berada di pusat perbelanjaan. Pemilihan lokasi masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya. Untuk lokasi ritel yang berdiri sendiri keuntungannya adalah lebih dekat ke customer, bebas dari hambatan, lebih mudah melakukan mendesign promosi dalam menggaet customer dan sebagainya.

Dalam area bisnis, lokasi ritel terpengaruh pada jam kerja dan hari libur. Keuntungannya adalah ada customer lebih mudah dalam mendapatkan barang yang diinginkan terutama pada saat customer menginginkan produk ritel dalam waktu cepat dan tidak perlu banyak waktu untuk mengurusnya.

Pemilihan lokasi kembali kepada strategi dari peritel itu sendiri. Keputusan untuk memilih lokasi harus didasarkan pada tingkah laku dari customer, target market dan posisi brand  ritel dalam target marketnya. Ada beberapa factor untuk menentukan lokasi ritel yang bisa diambil. Pertama, kondisi ekonomi dari perusahaan dan masyarakat. Kedua, tingkat kompetisi yang ada disekitar lokasi. Ketiga,  jumlah populasi dan target market yang mau dibidik. Keempat, biaya atau return on investment.

D. Manajemen Strategi sumber daya manusia

Manajemen sumber daya manusia adalah salah satu factor penentu dalam competitive advantage industri ritel disebabkan oleh pertama, biaya karyawan berpengaruh besar terhadap jumlah pengeluaran dari peritel. Kedua, pengalaman customer berhubungan dengan karyawan berpengaruh besar terhadap penjualan dan peningkatan omset. Di sini karyawan bisa menjadi salah satu competitive advantage yang tidak bisa ditiru oleh competitor.

Salah satu cara mengukur kinerja manajemen sumber daya manusia adalah dengan tingkat produktivitas karyawan (employee productivity). Produktivitas karyawan dapat dilakukan dengan meningkatkan penjualan oleh karyawan yang sudah ada tanpa menambah jumlah karyawan.

Manajemen sumber daya manusia dalam ritel sangat penting karena penggunaan karyawan part time, pengontontrolan biaya dan perubahan demografis dari sumber daya manusia.

Stuktur organisasi dalam manajemen sumber daya ritel juga berbeda dari satu sistem manajemen dengan sedikit karyawan dan dengan peritel yang memiliki berbagai macam toko atau outlet.  Struktur organisasi ritel bisa, terutama untuk industri ritel yang sudah memiliki banyak cabang atau outlet ada pilihan untuk membentuk struktur organisasi  secara sentralisasi atau desentralisasi. Masing-masing struktur organisasi ini ada kelebihan dan keuntungannya dilihat dari jenis industri ritel atau format ritel yang dibangun oleh perusahaan.

Persoalan yang sering terjadi dalam manajemen sumber daya manusia industri ritel adalah adanya turn over karyawan yang tinggi. Masalah turn over karyawan sangat berkaintan dengan manajemen organisasi atau manajemen sumber daya manusia yang dibangun oleh peritel. Sering kali kejatuhan dari industri ritel disebabkan tidak mampunya peritel untuk mendesign manajemen organisasi dan manajemen sumber daya manusia dalam industri ritel yang mampu memberikan benefit untuk karyawan.

E. Manajemen sistem informasi dan supply chain ritel

Manajemen pengadaan (supply chain management) dan manajemen system informasi (information system management) merupakan dua hal yang penting dalam industri ritel. Kemampuan peritel menyediakan stok barang sesuai dengan keinginan pelangan sangatlah berpengaruh pada kepuasan pelanggan untuk membeli. Manajemen pengadaan barang dalam industri ritel memiliki beberapa cara atau metode untuk pengadaan ini. Peritel yang hanya mengandalkan stok barang dari suppler akan lebih rentan dibandingkan dengan memiliki bagian pengadaan sendiri seperti adanya pabrik sendiri yang memproduksi barang sesuai dengan yang dijual oleh peritel.

F. Manajemen hubungan customer ritel

Hal penting lain dalam industri ritel adalah hubungan customer atau customer loyalty Customer loyalty adalah customer berkomitmen untuk melakukan repeat order bahkan mendapatkan barang yang dicari di toko atau outlet langganan.  Di sini peran dari customer relationship management (CRM) menjadi sangat penting.  Dalam membangun CRM ada empat tahap yang dibangun. Pertama, mengumpulkan data customer. Kedua analisa data customer dan identifikasi target customer. Ketiga, membangun program CRM. Keempat, implementasi CRM program.

Komentar (2)

Kami Ahlinya Konsultan Manajemen – Management Consultant

Pendahuluan :bm3

Konsultan (consultant) adalah seorang tenaga professional atau tenaga ahli dalam memberikan jasa konsultasi dalam berbagai bidang keahlian seperti manajemen sistem, strategy bisnis, akunting, keuangan, hukum,  dll.
Dimana seorang Konsultan (consultant) tugas dan tanggung jawabnya dalam memberikan suatu solusi atau pemecahan masalah yang tidak biasanya dapat dilakukan oleh “orang biasa”, seperti dalam hal  ini konsultan manajemen ( management consultant ), bukan hanya mengerti dan menguasai masalah teknis, namun dituntut lebih bahwa seorang konsultan (consultant) harus memiliki “communication skill” dalam menyampaikan “knowledge” atau pengetahuan yang dimilikinya sebagai transfer “know how”-nya kepada tim work dan juga seorang konsultan (consultant) harus  bisa memotivasi tim work dalam melaksanankan tugas-tugas yang diberikan sehingga bisa men-drive up sistem manajemen yang telah di set-up.

Definisi Konsultan(consultant) :

Konsultan(consultant) adalah seorang tenaga professional yang menyediakan jasa nasehat ahli dalam bidang keahliannya, misalnya manajemen, sistem, akutansi , IT, Keuangan, lingkungan, biologi, bisnis, hukum,  dan lain-lain. Perbedaan antara seorang konsultan dengan ahli ‘biasa’ adalah sang konsultan(consultant) bukan merupakan karyawan di perusahaan sang klien, melainkan seseorang yang menjalankan usahanya sendiri atau bekerja di sebuah firma konsultasi, serta berurusan dengan berbagai klien dalam satu waktu.

Definisi Manajemen :

Kata Manajemen berasal dari bahasa Prancis kuno ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Ricky W.Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.
Manajer adalah seseorang yang bekerja melalui orang lain dengan mengoordinasikan kegiatan-kegiatan mereka guna mencapai sasaran organisasi.

Sejarah Manajemen :

Banyak kesulitan yang terjadi dalam melacak sejarah manajemen. Namun diketahui bahwa ilmu manajemen telah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Hal ini dibuktikan dengan adanya piramida di Mesir. Piramida tersebut dibangun oleh lebih dari 100.000 orang selama 20 tahun. Piramida Giza tak akan berhasil dibangun jika tidak ada seseorang-tanpa mempedulikan apa sebutan untuk manajer ketika itu-yang merencanakan apa yang harus dilakukan, mengorganisir manusia serta bahan bakunya, memimpin dan mengarahkan para pekerja, dan menegakkan pengendalian tertentu guna menjamin bahwa segala sesuatunya dikerjakan sesuai rencana.
Piramida di Pembangunan piramida ini tak mungkin terlaksana tanpa adanya seseorang yang merencanakan, mengorganisasikan dan menggerakan para pekerja, dan mengontrol pembangunannya.
Praktik-praktik manajemen lainnya dapat disaksikan selama tahun 1400-an di kota Venesia -Italia, yang ketika itu menjadi pusat perekonomian dan perdagangan di sana. Penduduk Venesia mengembangkan bentuk awal perusahaan bisnis dan melakukan banyak kegiatan yang lazim terjadi di organisasi modern saat ini. Sebagai contoh, di gudang senjata Venesia, kapal perang diluncurkan sepanjang kanal dan pada tiap-tiap perhentian, bahan baku dan tali layar ditambahkan ke kapal tersebut. Hal ini mirip dengan model lini perakitan (assembly line) yang dikembangkan oleh Hanry Ford, untuk merakit mobil-mobilnya. Selain lini perakitan tersebut, orang Venesia memiliki sistem penyimpanan dan pergudangan untuk memantau isinya, manajemen sumber daya manusia untuk mengelola angkatan kerja, dan sistem akuntansi untuk melacak pendapatan dan biaya.
Sebelum abad ke-20, terjadi dua peristiwa penting dalam ilmu manajemen. Peristiwa pertama terjadi pada tahun 1776, ketika Adam Smith menerbitkan sebuah doktrin ekonomi klasik, The Wealth of Nation. Dalam bukunya itu, ia mengemukakan keunggulan ekonomis yang akan diperoleh organisasi dari pembagian kerja (division of labor), yaitu perincian pekerjaan ke dalam tugas-tugas yang spesifik dan berulang. Dengan menggunakan industri pabrik peniti sebagai contoh, Smith mengatakan bahwa dengan sepuluh orang-masing-masing melakukan pekerjaan khusus-perusahaan peniti dapat menghasilkan kurang lebih 48.000 peniti dalam sehari. Akan tetapi, jika setiap orang bekerja sendiri menyelesaikan tiap-tiap bagian pekerjaan, sudah sangat hebat bila mereka mampu menghasilkan sepuluh peniti sehari. Smith menyimpulkan bahwa pembagian kerja dapat meningkatkan produktivitas dengan (1) meningkatnya keterampilan dan kecekatan tiap-tiap pekerja, (2) menghemat waktu yang terbuang dalam pergantian tugas, dan (3) menciptakan mesin dan penemuan lain yang dapat menghemat tenaga kerja.

Peristiwa penting kedua yang mempengaruhi perkembangan ilmu manajemen adalah Revolusi Industri di Inggris. Revolusi Industri menandai dimulainya penggunaan mesin, menggantikan tenaga manusia, yang berakibat pada pindahnya kegiatan produksi dari rumah-rumah menuju tempat khusus yang disebut pabrik. Perpindahan ini mengakibatkan manajer-manajer ketika itu membutuhkan teori yang dapat membantu mereka meramalkan permintaan, memastikan cukupnya persediaan bahan baku, memberikan tugas kepada bawahan, mengarahkan kegiatan sehari-hari, dan lain-lain, sehingga ilmu manajamen mulai dikembangkan oleh para ahli.
Di awal abad ke-20, seorang industriawan Perancis bernama Henry Ford mengajukan gagasan lima fungsi utama manajemen: merancang, mengorganisasi, memerintah, mengoordinasi, dan mengendalikan. Gagasan Fayol itu kemudian mulai digunakan sebagai kerangka kerja buku ajar ilmu manajemen pada pertengahan tahun 1950, dan terus berlangsung hingga sekarang.
Sumbangan penting lainnya datang dari ahli sosilogi, Jerman Max Weber. Weber menggambarkan suatu tipe ideal organisasi yang disebut sebagai birokrasi-bentuk organisasi yang dicirikan oleh pembagian kerja, hierarki yang didefinisikan dengan jelas, peraturan dan ketetapan yang rinci, dan sejumlah hubungan yang impersonal. Namun, Weber menyadari bahwa bentuk “birokrasi yang ideal” itu tidak ada dalam realita. Dia menggambarkan tipe organisasi tersebut dengan maksud menjadikannya sebagai landasan untuk berteori tentang bagaimana pekerjaan dapat dilakukan dalam kelompok besar. Teorinya tersebut menjadi contoh desain struktural bagi banyak organisasi besar sekarang ini.
Perkembangan selanjutnya terjadi pada tahun 1940-an ketika Patrick Blacket melahirlkan ilmu riset operasi, yang merupakan kombinasi dari teori statistika dengan teori micro ekonomii. Riset operasi, sering dikenal dengan “Sains Manajemen“, mencoba pendekatan sains untuk menyelesaikan masalah dalam manajemen, khususnya di bidang logistik dan operasi. Pada tahun 1946, Peter F. Drucker-sering disebut sebagai Bapak Ilmu Manajemen-menerbitkan salah satu buku paling awal tentang manajemen terapan: “Konsep Korporasi” (Concept of the Corporation). Buku ini muncul atas ide Alfred Sloan (chairman dari General Motors) yang menugaskan penelitian tentang organisasi.

Sejarah dan Perkembangan Jasa Konsultan(consultant)
Menurut literatur, konsultan pertama adalah Arthur D. Little yang mendirikan usahanya pada tahun 1886 di Cambridge, Massachusets. Beliau memberikan bantuan teknis (engineering) kepada kliennya. Perusahaan tersebut kini telah mengalami kebangkrutan. Booz Allen Hamilton kemudian mendirikan perusahaan dengan struktur serupa di awal abad 20.
Kemudian pada tahun 1926, seorang professor dari Universitas Chicago, James McKinsey, mendirikan perusahaan “accounting and engineering advisors” yang memperkenalkan pendekatan dan framework yang berbeda. Ia tidak merekrut insinyur tradisional, melainkan eksekutif berpengalaman yang di-training dengan seperangkat analisis dan pengetahuan yang kontemporer di masa itu, meliputi strategi, kebijakan, goal, organisasi, prosedur, facilities, dan personnel.
Sejarah mencatat inovasi yang cukup spektakuler dilakukan oleh Boston Consulting Group (BCG). Dengan menggunakan pendekatan yang berbeda, BCG mengembangkan konsep tentang growth share matrix yang menjadi alat untuk menilai attractiveness suatu perusahaan dalam sebuah industri. Framework ini kemudian banyak diadopsi oleh konsultan(consultant) lain dalam memahami persoalan bisnis dan peluang yang dapat dimanfaatkan.
Sejak itu, consulting firm mengalami kemajuan dan bertumbuh dengan pesat. Beberapa melakukan merger dan konsolidasi. Beberapa yang lain melakukan rebranding dan merubah struktur organisasinya. Begitu pula dengan pendekatan, metodologi, maupun framework yang digunakan dan dikembangkan juga kian kompleks dan komprehensif.

Apa yang Dikerjakan Konsultan(consultant)?

Tiap konsultan(consultant) memiliki filosofi dan framework yang berbeda satu sama lain. Baik itu konsultan(consultant) maupun konsultan (consultant) yang tergabung dalam perusahaan jasa konsultan. Namun, secara umum, konsultan melakukan pekerjaan seperti pitching, riset, analisis, dan report writing. Siklus tersebut berjalan terus menerus dan berulang.

Pitching :
Intinya adalah menjual dan menawarkan jasa. Kegiatan ini bisa berupa menyiapkan dokumen dan meriset klien yang prospektif, menulis proposal, atau melakukan presentasi (sales pitch) kepada calon klien.

Research :
Menjalankan riset sekunder terhadap klien dan industri terkait dengan menggunakan sumberdaya internal maupun sumber-sumber luar. Melakukan interview mengenai kebutuhan klien dan mendapatkan pemahaman mengenai proses bisnis perusahaan. Memfasilitasi group discussion tentang isu bisnis yang dihadapi perusahaan klien.

Analisis
Membuat permodelan dalam Excel atau menggunakan permodelan keuangan lainnya. Melakukan analisis dari data yang telah diperoleh dan model yang telah disusun. Membantu menyusun rekomendasi yang diperlukan.

Reporting :
Menyiapkan presentasi final (biasa disebut “deck”) dalam slide PowerPoint. Membantu klien dan menunjukkan temuan serta rekomendasi yang telah dibuat.

Implementasi :
Berperan sebagai project manager yang memastikan jalannya implementasi secara benar dalam setiap fase. Melakukan eksekusi dalam integrasi sistem dan menguji sistem yang direkomendasikan (untuk IT consulting firm). Melakukan dokumentasi dan finalisasi setelah project terselesaikan.

Administrasi :
Bekerja dalam tim riset internal perusahaan ketika tidak sedang terlibat dalam project. Mengisi form untuk time tracking dan expense reports. Menulis publikasi atau hasil temuan dalam buku/jurnal.
Di antara tahapan-tahapan tersebut, fase analisis adalah bagian yang paling menarik sekaligus paling sedikit memakan waktu. Tahap-tahap awal biasanya menuntut konsultan(consultant) untuk bertemu klien atau menghadiri meeting secara intensif. Seiring dengan persaingan yang kian ketat, konsultan(consultant) juga semakin banyak menghabiskan waktu dan sumberdaya mereka untuk melakukan kegiatan marketing.
It’s not easy to sell your expensive services to companies who don’t think they need your help. To make matter worse, your pay and job security will depend on your ability to make those sales.

Karakter Inti Konsultan(consultant) :

Bekerja bagus dalam tim.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa konsultan(consultant) bekerja tidak sendirian. Proses brainstorming juga jelas melibatkan peer kita. Kita bahkan harus bekerja bersama dengan staf internal dari perusahaan klien. Jelas, profesi ini bukan ditujukan bagi mereka yang senang bekerja sendirian dalam lingkungan yang tertutup.

Multi tasking.
Ibaratnya sistem operasi (Windows, Mac, Linux, UNIX, BSD), konsultan dituntut untuk menyelesaikan berbagai assignment secara simultan. Karenanya diperlukan organizational skills dan good sense dalam menyusun prioritas. Di satu sisi kita disibukkan dengan aktivitas yang padat, tetapi di sisi lain kita juga dituntut untuk bisa menjaga keseimbangan dengan kehidupan pribadi kita.

Comfortable with quant/math.
Konsultan(consultant) selayaknya bisa berpikir kreatif “outside the box” di satu sisi, tetapi juga harus speak by data pada sisi yang lain. Karenanya, pengetahuan akan matematika dan perhitungan kuantitatif mutlak diperlukan. Konsultan(consultant) juga harus familiar dengan software aplikasi seperti spreadsheet atau statistik.

Love school.
Konsultan(consultant), umumnya, memiliki nilai bagus dalam sekolahnya. Konsultan(consultant) juga harus memiliki kecintaan pada pengetahuan dan riset terkini. Seorang konsultan(consultant) harus mau rajin membaca buku, jurnal, menghadiri seminar/workshop, dan mengikuti perkembangan terbaru. Hal ini akan melengkapi amunisi konsultan(consultant) tersebut dalam menangani masalah klien yang kian rumit dan berkembang.

Friendship.
Anda tidak harus 100% extrovert. Akan tetapi, kemampuan bergaul, baik dengan sesama peer maupun dengan klien, adalah wajib. Komunikasi, kemampuan presentasi, kemampuan menyampaikan pendapat, dan mempengaruhi orang lain adalah skill set yang mutlak diperlukan.

Workaholic.
Umumnya konsultan(consultant) bekerja sampai 80 jam per minggu ketika dihadapkan pada suatu project. Jasa konsultasi memang pekerjaan berat yang membutuhkan otak dan stamina. Jelas diperlukan komitmen, kesungguhan, dan berani berkata tidak bagi kemalasan.

Willing to travel.
Konsultan(consultant) biasanya sering melakukan perjalanan luar kota atau luar negeri. Karenanya, kemampuan dan pengetahuan akan bahasa/budaya/geografi daerah setempat multak diperlukan. Konsultan(consultant) jelas dituntut untuk piawai dalam urusan packing, tidak phobia pada penerbangan/perjalanan jauh, dan “keberanian” untuk jauh dari anak/istri/keluarga.

Siapa Pengguna Jasa Konsultan(consultant)?
Di era persaingan bisnis yang sangat ketat, perusahaan dituntut untuk tetap kompetitif. Oleh karenanya, konsultan biasa di-hire untuk memberikan second opinion dan outsider perspective. Perusahaan juga sadar bahwa mereka tidaklah sempurna dalam segalanya. Ketika mereka menyadari bahwa mereka lemah dalam penjualan, saat itu juga mereka memutuskan untuk menggunakan jasa konsultan pemasaran.
Dalam beberapa kasus, konsultan(consultant) bisa di-hire untuk (maaf) alasan politis. Misalnya pemerintah ingin membangun instalasi nuklir di suatu daerah. Untuk mendapatkan dukungan, persetujuan pencairan dana, dan meredam teriakan LSM, konsultan bisa direkrut dan dimanfaatkan jasanya. Tak jarang, tanpa adanya keterlibatan konsultan, surat tidak akan ditandatangani dan dana tidak bisa dicairkan. Saking kentalnya urusan politis ini, di Amerika ada pemeo yang sangat terkenal, “no one ever got fired for hiring McKinsey“.
Tak hanya pemerintah, perusahaan juga biasa memanfaatkan kepentingan politis ini. Misalnya perusahaan ingin melakukan pengurangan tenaga kerja, mereka kemudian meminta rekomendasi konsultan(consultant). Ketika dilakukan pemutusan hubungan kerja, mereka “mengatasnamakan” rekomendasi dari konsultan(consultant) tersebut sebagai kambing hitam. Walau demikian, perlu dicatat pula bahwa tidak selalu rekomendasi yang diberikan akan benar-benar sepenuhnya diimplementasikan. Selain unsur politis, bureaucratic inertia juga berperan besar dalam hal ini.

Jenis-jenis Konsultan(consultant) :
Ketika Anda ingin bergabung dengan sebuah perusahan konsultan(consultant company) atau bermaksud menggunakan jasa konsultan, sedikit pengetahuan tentang konsultan(consultant) yang bersangkutan adalah perlu. Konsultan kini semakin specialized pada bidang/isu tertentu.

Terkait dengan metodologi dalam menyelesaikan project, tiap konsultan juga memiliki pendekatan yang berbeda. McKinsey dan Booz Allen Hamilton, misalnya, mengumpulkan associate dan analis mereka secara keroyokan. Sebaliknya, BCG cenderung memberikan hingga 5 assignment untuk tiap staffnya. Hal ini nantinya akan berpengaruh pada proses kerja dan penggajian/billing mereka.

Perusahaan jasa konsultan bisa dibedakan dalam beberapa kategori berikut ini. Sebuah perusahaan/konsultan bisa saja blend antara satu kategori dengan kategori yang lain. Dalam beberapa kasus, perusahaan klien bisa saja meng-hire satu konsultan untuk formulasi strategi, dan meng-hire konsultan lain untuk tahap implementasi.

Strategy Consulting
Kata kuncinya adalah membantu eksekutif senior untuk memahami dan menghadapi tantangan strategis perusahaan mereka. Biasanya, konsultan ini bekerja bersama manajemen senior dalam merumuskan strategi dan rencana jangka panjang. Beberapa hanya memberikan rekomendasi dan melakukan presentasi, akan tetapi, sebagian yang lain juga dituntut untuk stick around selama proses implementasi.
Beberapa konsultan besar yang fokus di bidang ini antara lain: Bain & Company, Boston Consulting Group (BCG), dan McKinsey & Company.

Operations Consulting
Kalau perusahaan Anda ingin menentukan bagaimana restoran Anda melakukan penghematan bumbu dan bahan baku tanpa merubah menu, atau perusahaan Anda ingin memperbarui proses pembelian dan rantai pasokan dari pabrikan, maka Anda membutuhkan konsultan operasi. Konsultan ini memiliki ciri khas generally assist in assuring implementation of their suggestions. Konsultan ini berfokus pada proses internal klien seperti distribusi, produksi, order fulfillment, atau customer service.
Contoh konsultan jenis ini antara lain: Accenture, Cap Gemini Ernst & Young, dan Deloitte consulting.

Human Resources (HR) Consulting
Adalah konsultan yang memfokuskan diri pada upaya-upaya untuk memaksimumkan value SDM perusahaan dengan menempatkan the right people with the right skills in the right roles. Hal ini disadari mengingat kini perusahaan banyak berinvestasi pada human capital dan berharap banyak dari investasi tersebut.
Keterlibatan konsultan SDM ini bisa dimulai sejak proses rekrutmen, melakukan training dan development, memberkan jasa konseling, menyusun benefit’s package dan compensation sttructure, membangun kultur dan komunikasi dalam perusahaan, dan sebagainya. Beberapa contoh konsultan bidang ini seperti Hewitt Associates, Towers Perrin, Watson Wyatt Worldwide, dan Mercer HR Consulting.

Information Technology (IT) Consulting
American Management Systems, Accenture, Cambridge Technology Partners, Computer Sciences Corporation, dan Electronic Data Systems (EDS) adalah contoh leading IT consulting firms. Mereka menangani permasalahan bisnis yang kental dengan isu-isu teknis dari sistem/teknologi informasi. Mereka bertanggung jawab mulai dari proses analisis, desain, hingga impelementasi sistem, untuk memastikan solusi tersebut align dengan proses bisnis mereka.
Contoh task project yang ditangani oleh IT consulting firms misalnya menguji vulnerability sistem internet banking sebuah bank, instalasi dan troubleshooting modul-modul ERP, menangani konversi database pelanggan ke server berbasis Oracle, dan sebagainya.

E-Consulting
Adalah konsultan yang concern pada permasalahan yang terkait dengan e-business dan e-commerce dalam skala yang luas. E-business biasanya me-refer pada kegiatan bisnis yang dijalankan secara online, sementara e-commerce umumnya merupakan kegiatan yang melibatkan transfer unit moneter melalui media elektronik/internet.
Beberapa konsultan bidang ini antara lain Digitas, Razorfish, dan Sapient. Mereka memiliki spesialisasi mulai dari front-end design (programming, desain grafis) hingga valuasi, branding, marketing, jasa B2B, dan sebagainya.

Boutique Consulting Firms
Umumnya fokus menurut bidang yang ditangani, walaupun tidak selalu kecil menurut ukuran atau jumlah karyawan. Konsultan ini biasanya hanya berfokus pada industri tertentu, fungsi bisnis tertentu, atau menggunakan metodologi tertentu. Perkerjaan yang ditangani pun sangat spesifik, misalkan membantu Departemen BUMN untuk menyusun struktur privatisasi dan membuka tender, melakukan turnaround sebuah perusahaan telekomunikasi yang mengalami kesulitan keuangan dan terancam bangkrut, atau melakukan process reengineering pada perusahaan otomotif dalam membuat implementasi standar bagi suppliernya.
Beberapa ontoh konsultan ini seperti Charles River Associates (fokus pada bidang ekonomi dan jasa litigasi), L.E.K Consulting (menangani strategi bisnis, merger dan akuisisi), atau Marakon Associates (fokus pada shareholder value methodology).

Internal Consulting Firms
Daripada membayar konsultan outsider dengan billing rate mahal, beberapa perusahaan memilih untuk membuka unit konsultan internal. Mereka biasanya disebut “internal consulting” atau, dalam beberapa kasus, “corporate strategy” atau “strategic planning“. Misalnya sebuah perusahaan migas besar ingin meng-hire mitra kerja untuk menangani distribusi dan pemasaran unit hilir dalam jangka panjang, maka konsultan internallah yang menangani masalah semacam itu.
Berbeda dengan konsultan lain, konsultan internal dibayar berdasar gaji (tetap) dan umumnya tidak memerlukan perjalanan luar kota/luar negeri secara intens. Amex mempunyai divisi yang mereka sebut sebagai American Express Strategic Planning Group. Johnson & Johnson punya divisi Decision Sciences Group. JP Morgan Chase menyebutnya JP Morgan Chase Internal Consulting Services. Cargill menyebutnya sebagai Cargill Strategy and Business Development.

Penutup :
Demikian artikel singkat ini. Semoga anda bisa menjadikan manfaat buat mengambil keputusan, entah itu sebagai pencari kerja yang meminati bidang konsultasi, sebagai entitas bisnis pengguna jasa konsultan Manajemen, strategi Bisnis, Konsultan IT, Konsultan Akunting & Finance / keuangan, pemerintah, atau masyarakat awam yang kebetulan memiliki keterkaitan dengan jasa konsultan.

Jangan sampai, misalnya, ketika Anda melamar pekerjaan, ternyata malah tertipu dengan consulting firm gadungan. Atau, ketika perusahaan Anda ingin memanfaatkan jasa konsultan, terjebak dengan fee yang begitu tinggi sementara jasa yang ditawarkan tidaklah sepadan.
Semoga bermanfaat.
Silahkan menghubungi kami sebagai ahli dibidang Konsultan Manajemen | Konsultant Bisnis  StrategiConsultant Management  Operasional | Konsultan Akutansi & KeuanganKonsultan Sumber Daya ManusiaKonsultan Human Resource CapitalRencana PemasaranConsultan Business Plan
Call Us
Business Consultant

Reko Handoyo
0819-3298 5325
Email : reko@konsultan-manajemen.com

Tinggalkan sebuah Komentar

RETAIL SOFTWARE, SOFTWARE RITEL, SOFTWARE MINIMARKET, SOFTWARE TOKO, SOFTWARE DISTRIBUTOR, SOFTWARE PABRIK, SOFTWARE SEKOLAH, ACCOUNTING SOFTWARE, SOFTWARE APOTIK, SOFTWARE SPA, SOFTWARE SALON, SUPER MARKET SOFTWARE, SOFTWARE SWALAYAN, SOFTWARE HRD, SOFTWARE PRODUKSI, SOFTWARE RESTAURANT, SOFTWARE RUMAH MAKAN, SOFTWARE RUMAH SAKIT, SOFTWARE KLINIK, SOFTWARE GALERY, SOFTWARE KANTOR, SOFTWARE PENJUALAN, SOFTWARE SALES (POS),. UNTUK INFORMASI LEBIH LANJUT HUB: REKO HANDOYO, 081389411679, 081932985325.Telp: 021-36233226 PT. SIEN CORPORA-JAKARTA.

Anda membutuhkan software retail, ritel software untuk di toko, salon, pabrik, bengkel, bagian hrd, software akuntansi, software gudang, pabrik, minimarket, software resto dll atau perusahaan Anda? Kami  menyediakan software yang didevelop dengan harga murah dan bersifat customize dengan maintenance yang memuaskan.

Software yang kami sediakan antara lain

  1. software drugstore  yang cocok dengan apotik, rumah sakit, toko obat. Selain itu software ini bisa didevelop untuk pengaturan transaksi penjualan dan pembelian, software ini dilengkapi dengan penanganan barang dengan expired date, resep, racikan dan laporan – laporan keuangan
  2. softrware retail atau ritel baik untuk toko, minimarket, distributor, gudang dll.
  3. software payroll yang cocok dengan divisi SDM atau HR manajemen. Di dalam software ini kami akan mendevelop software untuk salary structure, absensi, jabatan, system promosi dan lain-lain.
  4. Software hospitality yaitu software untuk restaurant, rumah makan, café dan sebagainya.
  5. Software untuk manufacture yaitu software untuk industry atau pabrik dimana akan didevelop dari system pemesanan, delivery, gudang, ppic, produksi, dan lain sebagainya.
  6. Software sekolah yaitu software yang kami develop untuk kepentingan di sekolah mulai dari play group, taman kanak-kanak hingga universitas.

Software yang kami develop dapat kami lakukan dimanapun bisnis anda berada. Baik untuk keperluan yang bersifat local maupun dengan system web basis.

Untuk informasi dan keterangan lebih jelas mengenai software drugstore, software retail, ritel software, hospitality software, software manufacture, software rumah sakit, software bengkel, softrware salon, software klinik dan lain-lain yang kami lakukan silahkan hubungi kami

REKO HANDOYO, S.IP

Business Consultant

PT. Sien Corpora  (SIEN CONSULTANTS)

Jakarta Barat, Indonesia

Mobile: 081932985325, 081389411679, 081807902678

Kantor telp:021- 36233226, 021-98567515,

Email: reko.handoyo@gmail.com, reko@sienconsultant.com

Tinggalkan sebuah Komentar

Industri Ritel (retail) Modern

Kata ritel berasal dari bahasa Perancis, ritellier, yang berarti memotong atau memecah sesuatu. Retail atau eceran (retailing) dapat dipahami sebagai semua kegiatan yang terlibat dalam penjualan barang atau jasa secara langsung kepada konsumen akhir untuk penggunaan pribadi dan bukan penggunaan bisnis. Sering kali orang-orang beranggapan bahwa ritel hanya menjual produk-produk di toko. Tetapi retail (ritel) juga melibatkan pelayanan jasa layanan antar (delivery services) ke rumah-rumah. Tidak semua ritel dilakukan ditoko.

Kegiatan yang dilakukan dalam bisnis retail (ritel) adalah menjual berbagai produk, jasa atau keduanya, kepada konsumen untuk keperluan konsumsi pribadi maupun bersama. Produsen menjual produk-produknya kepada peretail maupun peritel besar (wholesaler).  Peritel besar ini juga kerap disebut sebagai grosir atau pedagang partai besar.

Trend Industri Ritel

Industri retail (ritel) berubah dengan cepat. Perubahan-perubahan itu dapat dilihat dari 1). Perbedaan yang mendasar dan terus berkembang dalam format ritel. 2). meningkatnya konsentrasi industri. 3). Globalisasi dan 4). Penggunaan berbagai cara untuk berinteraksi dengan konsumen.

Saat ini konsumen dapat membeli barang yang sama dari sejumlah retail (ritel) yang berbeda. Masing-masing format ritel menargetkan pangsa pasar yang berbeda dan yang semakin meningkat. Tiap jenis retail (ritel) menawarkan manfaat yang berbeda, sehingga para konsumen bisa berlangganan pada retail  (ritel) yang berbeda untuk pembelian dan kebutuhan yang berbeda.

Pada awalnya retail (ritel) adalah bisnis lokal. Saat ini, konsep ritel yang berhasil disebuah negara telah berkembang secara global. Mengapa beberapa konsep ritel dapat berkembang secara global dan sementara beberapa tidak bisa berkembang? biasanya tergantung pada apa yang dinamakan keunggulan bersaing (competitive advantage) di negara tersebut. Saya akan sebutkan beberapa faktor yang mendorong globalisasi yang dilakukan para peritel internasional:

a. Pasar Domestik yang semakin Jenuh

Di Amerika Serikat, banyak peritel gagal karena banyaknya para pelaku pasar yang memiliki kesamaan produk yang dijual. Hal ini mendorong peritel tersebut melakukan ekspansi ke luar negeri.

b. Sistem dan Keahlian

Saat ini peritel memiliki kemampuan mengatur toko-toko yang ada di luar negeri dengan lebih baik karena kemampuan mereka dalam mengelola sistem informasi dan distribusi yang lebih mudah ditransfer dari negara asalnya.

c. Hilangnya batasan perdagangan

Kebijakan perdagangan internasional yang menghapus berbagai hambatan dalam perdagangan seperti WTO atau NAFTA.

STRATEGI MANAJEMEN RITEL (RETAIL)?

Strategi retail  (ritel) menekankan untuk memanfaatkan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan. Strategi ritel (retail) meliputi penentuan target pasar, sifat barang dan jasa yang ditawarkan,dan bagaimana ritel memperoleh keuntungan jangkan  panjang dari para pesaingnya. Bagian kebutuhan strategi dalam strategi retail (ritel) antara lain strategi pasar, strategi keuangan, strategi lokasi, struktur organisasi dan sumber daya manusia.

Aspek pemasaran dalam ritel meliputi:

1. Definisi strategi pemasaran retail (ritel)

2. Pemahaman terhadap target pasar bila dikaitkan dengan pilihan terhadap format retail (ritel)

3. Bagaimana retail (ritel) dapat membangun strategi keunggulan bersaing yang berkelanjutan

4. Tahapan dalam mengembangkan strategi pemasaran retail (ritel)

Aspek Manajemen Sumber Daya Manusia dalam retail (ritel) meliputi:

1. Alasan mengapa manajemen SDM mempunyai peranan penting membentuk sebuah bisnis atau organisasi retail (ritel)

2. Bagaimana retail (ritel) membuat keuntungan yang kompetitif dan mendukung, dengan cara mengembangkan dan mengelola SDM

3. Bagaimana ritel mengkoordinasi aktivitas para karyawan dan memotivasi mereka mencapai tujuan

4. Program-program manajemen SDM untuk membangun komitmen kerja

5. Bagaimana dan mengapa ritel mangatur perbedaan antarkaryawan

Aspek Keuangan dalam retail (ritel) meliputi:

1. Bagaimana strategi retail (ritel) direfleksikan dalam tujuan keuangan

2. Bagaimana ritel menggunakan alat-alat dan metode untuk mengevaluasi kinerjanya

3. Bagaimana model strategis keuntungan dapat digunakan

Aspek pemilihan lokasi dalam area perdagangan retail (ritel) meliputi:

1. Tipe Lokasi yang memungkinkan oleh retail

2. Mengevaluasi keunggulan relatif dari setiap area perdagangan yang dipilih.

3. Tipe lokasi perdagangan yang memungkinkan untuk tumbuh

4. Jenis lokasi yang ada

5. Alasan mengapa suatu ritel tetap berlokasi disuatu tempat tertentu meskipun ada retail (ritel) lain berlokasi ditempat berbeda

6. Keuntungan relatif yang didapat dari sebuah tipe lokasi

7. Tipe lokasi yang cocok bagi retail (ritel)

8. Tipe lokasi yang kurang diminati

9. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan oleh peritel dalam memilih lokasi

Aspek Sistem Informasi dan Manajemen meliputi:

1. Keunggulan strategis yang diperoleh melalui manajemen rantai pemasok

2. Bagaimana barang daganan dan informasi mengalir dari vendor ke retail (ritel) ke pelanggan dan kembali

3. Perkembangan informasi dan teknologi yang bisa memudahkan komunikasi antara vendor dengan ritel(retail)

4. Sistem pengiriman respons cepat

Manajemen Hubungan Pelanggan ( Customer Relationship Management) meliputi:

1. Pengertian manajemen hubungan pelanggan

2. Peran Customer Relationship Management sebagai strategi membangun kesetiaan pelanggan

3. Implementasi program Customer Relationship Management dalam bisnis retail  (ritel)

STRATEGI PEMASARAN RITEL (RETAIL)

Strategi pemasaran ritel (retail) meliputi (1). pemilihan segment target pasar dan penentuan format ritel (retail) dan (2). pengembangan keunggulan bersaing yang memungkinkan ritel (retail) untuk mengurangi tingkat  kompetensi yang dihadapi.

Ritel (retail) yang berhasil harus  memenuhi kebutuhan pelanggan pada segmen pasar yang dilayani secara lebih baik daripada yang dilakukan pesaing.  Pasar ritel (retail) bukan merupakan tempat khusus dimana para pembeli dan penjual bertemu, tetapi sebagai kelompok konsumen dengan kebutuhan-kebutuhan yang sama (segmen pasar) dan sekelompok ritel (retail) yang menggunakan format ritel (retail) yang sama untuk memenuhi kebutuhan konsumen tersebut.

Pasar sasaran dalam ritel (retail) sering kali ditetapkan berdasarkan faktor demografis, geografis dan psikografis. Menetapkan pasar sasaran merupakan syarat untuk menetapkan strategi bauran ritel (retail). Bauran ritel (retail) atau disebut dengan retail mix adalah kombinasi elemen-elemen produk, harga, lokasi, personalia, promosi dan presentasi atau tampilan-untuk menjual barang dan jasa pada konsumen akhir yang menjadi target pasar.

STRATEGI PERTUMBUHAN RITEL (RETAIL)

Ada 4 jenis pertumbuhan yang diusahakan oleh ritel (retail) yaitu penembusan pasar, perluasan pasar, pengembangan format ritel dan diversifikasi.

Kesempatan penembusan pasar (market penetration) meliputi usaha-usaha langung terhadap konsumen yang ada dengan menarik konsumen pada target pasar sekarang yang tidak berbelanja di tokonya untuk lebih sering mengunjungi toko tersebut atau untuk membeli lebih banyak barang pada tiap kunjungan. Pendekatan lain adalah dengan penjualan silang yaitu dengan menjual barang-barang tambahan pada konsumen.

Kesempatan perluasan pasar menggunakan format ritel(retail) yang ada dalam segmen pasar baru. Dalam hal ini segmen pasar ditetapkan didipertajam untuk memenuhi selera dari target pasar yang ingin dibidik secara tersendiri.

Pengembangan format ritel (retail) meliputi penawaran format ritel (retail) baru, misalnya dengan menggunakan internet marketing atau e-commerce sehingga konsumen bisa berbelanja tanpa harus ke lokasi.

Untuk informasi mengenai konsultan manajemen ritel (konsultan retail), sistem manajemen SDM ritel, Sistem Manajemen Keuangan Ritel, Sistem Manajemen Pemasok Ritel, Sistem manajemen organisasi ritel,  Strategi market ritel dll silahkan hubungi REKO HANDOYO/ Business Consultant PT. SIEN Corpora (SIEN Consultants). Jl. Radiul no. 6 Jatipulo Tomang Jakarta Barat. Mobile:081389411679, 081932985325. Kantor: 021-36233226

http://digg.com/business_finance/Bagaimana_Mengembangkan_Strategi_Bisnis_Ritel_Retail

Tinggalkan sebuah Komentar

KAMI ADALAH KONSULTAN BISNIS, KONSULTAN MANAJEMEN STRATEGI, KONSULTAN RITEL, KONSULTAN MANAJEMEN PERUSAHAAN, KONSULTAN SUMBER DAYA MANUSIA, KONSULTAN BISNIS MANAJEMEN, KONSULTAN BISNIS, MANAJEMEN CONSULTANT, KONSULTAN MANAJEMEN, KONSULTAN BISNIS STRATEGI, KONSULTAN STRATEGI,BISNIS STRATEGI,KONSULTAN BISNIS STRATEGI, BISNIS, MARKETING STRATEGI, BISNIS PLAN, PENGEMBANGAN BISNIS, KONSULTAN, CONSULTANT, KONSULTAN BISNIS, BISNIS, PENINGKATAN OMZET, STRATEGI, TRAINING MOTIVASI, TRAINING, STRATEGI AND BUSINESS, STRATEGY MANAGEMENT, BUSINESS MARKETING STRATEGI, CONSULTANT STRATEGI, Call Now: REKO HANDOYO, Business Consultant-Jakarta. 081389411679, 081932985325. Kantor: 021-36233226

Manajemen dan bisnis adalah dua pengertian  yang berbeda. Namun kadang kala kita sering menyamakan konsep dan pemahaman dua kata tersebut. Misalnya, jika anda mencari konsultan untuk membantu membenahi perusahaan anda, di dalam benak anda yang terpikirkan adalah konsultan manajemen dan konsultan bisnis. Mengapa? dalam konsep orang awam manajemen diartikan sebagai mengatur, mengelola, atau mengontrol sedangkan konsep bisnis diartikan sebagai berdagang, berusaha, mengelola perusahaan. Untuk lebih jelasnya mari kita bahas konsep manajemen dan bisnis dalam pengertian yang sebenarnya.

Konsep dan Pengertian Manajemen

Dalam artikel saya sebelumnya yang berjudul “Kami Ahlinya Konsultan Manajemen-Management Consultant ” konsep manajemen diartikan Kata Manajemen berasal dari bahasa Prancis kuno ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Ricky W.Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.

Fungsi Manajemen dapat diringkas menjadi fungsi yang pertama adalah Perencanaan (planning). Fungsi ini adalah fungsi manajemen yang harus mampu menjawab 5W1H yaitu Apa yang direncanakan (What), Mengapa direncanakan? ( Why), Kapan dilakukan? (When), Dimana dilakukan? (Where) dan Oleh siapa yang melakukan? (Who) dan yang terakhir adalah bagaimana melakukannya?(How)

Fungsi kedua manajemen adalah Pengorganisasian (Organizing). Yaitu fungsi manajemen yang berhubungan dengan pembagian tugas, wewenang dan tanggung jawab. Di sini masing-masing orang di dalam fungsi manajemen memiliki job description yang jelas dan terstruktur. Fungsi selanjutnya adalah Pelaksanaan (Actuating) adalah fungsi manajemen yang berhubungan dengan bagaimana cara melakukan atau menggerakan personal untuk menjalankan tugas dan perannya masing-masing di dalam organisasi perusahaan. Fungsi Controlling atau  pengawasan adalah fungsi manajemen dimana peran dari personal yang sudah memiliki tugas, wewenang dan menjalankan pelaksanaannya perlu dilakukan pengawasan agar supaya berjalan sesuai dengan tujuan, visi dan misi perusahaan. Di dalam manajemen perusahaan yang modern fungsi control ini biasanya dilakukan oleh divisi audit internal.

Konsep dan Pengertian Bisnis

Secara umum pengertian ekonomi bisnis adalah kegiatan untuk melakukan proses jual dan beli barang dan jasa kepada konsumen untuk mendapatkan laba atau keuntungan. Asal kata bisnis berasal dari bahasa Inggris business. Aktivitas bisnis bisa dilakukan oleh siapa saja dan dimana saja. Bahkan dalam dunia saat ini aktivitas bisnis dapat dilakukan tanpa harus bertatap muka antara penjual dan pembeli. Konsep bisnis yang dilakukan diinternet ini sudah menjadi aktivitas bisnis yang tidak terbatas oleh waktu dan ruang bahkan usia. Kata bisnis sendiri masih menjadi perdebatan. Bisnis dapat merujuk pada badan usaha atau perusahaan yang menjalankan aktivitas bisnis.

Bisnis dapat dikelompokan berdasarkan aktivitas bisnis yang dilakukannya dalam rangka mendapatkan laba atau keuntungan.

1.  Bisnis yang memproduksi barang atau disebut dengan manufacture. Aktivitas bisnis ini biasanya memproduksi barang untuk kemudian dijual atau diperdagangkan ke konsumen atau pihak ketiga yang disebut distributor.

2. Bisnis yang memproduksi jasa. Aktivitas bisnis ini biasanya memproduksi kemampuan yang bersifat skill seperti konsultan bisnis atau konsultan manajemen. Yang menjadi produk dari bisnis jasa adalah kemampuan dari personal secara soft skill.

Bagaimana Manajemen Bisnis bisa Membantu Perusahaan Menjadi Lebih Maju?

Sebenarnya tidak ada formula manajemen bisnis yang menjamin bahwa dengen menerapkan suatu manajemen binsis maka otomatis akan berhasil menjadi perusahaan besar dan maju. Perlu difahami bahwa adanya  manajemen bisnis diperlukan untuk mengatur dan mengelola perusahaan agar lebih teratur, rapi dan sesuai dengan keinginan dari pemilik perusahaan atau tujuan dari perusahaan itu berdiri. Suatu perusahaan yang sudah menerapkan sistem manajemen tertentu seperti ISO 9001, Six Sigma, Balance Score Card atau pun blue ocean strategy tidak menjamin perusahaan tersebut menjadi besar. Seperti yang sudah saya tulis di artikel berjudul “Integrated Performance Management: Bagaimana Konsultan Manajemen Bisa Membantu Anda?” penerapan sistem manajemen yang bagus dan berkualitas tanpa adanya integrated management akan menjadi sia-sia dan membuang biaya.

Namun dalam prinsip manajemen untuk menjalankan bisnis perusahaan sistem manajemen yang direkomendasikan adalah seperti yang diuraikan diatas yaitu adanya fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan fungsi kontrol. Dengan menjalankan formula manajemen seperti itu diharapkan bisnis perusahaan akan berjalan dengan baik dan mencapai sasaran sesuai dengan tujuan perusahaan.

Untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai konsultan manajemen bisnis, atau konsultasi manajemen di bisnis perusahan anda silahkan hubungi PT. SIEN Consultants dengan REKO HANDOYO (business consultant) HP: 081389411679, 081932985325, email: reko.handoyo@gmail.com

http://digg.com/business_finance/Manajemen_Bisnis_Prinsip_dasar_manajemen_perusahaan

Konsultan bisnis, business consultant, konsultan manajemen, konsultan bisnis manajemen, konsultan perusahaan, konsultan usaha, marketing consultant, brand consultant, konsultan brand, konsultan bisnis strategi, konsultan bisnis plan, business plan consultant, konsultan manajemen perusahaan, konsultan six sigma, training six sigma, konsultan system. Call Now: Reko Handoyo (business consultant PT. Sien Consultants) Mobile: 081389411679, 081932985325, 081807902678, Kantor: 021-36233226. kantor: 021-98567515 reko.handoyo@gmail.com

Apakah Anda pemilik perusahaan yang sedang mengalami masalah berikut ini:
a. Masalah manajemen?
b. Masalah karyawan yang kurang loyal dan kurang kompeten dalam bekerja?
c. Masalah di produksi? Masalah di gudang? Masalah di logistic? Masalah di supply?
d. Masalah HPP, Akuntansi system? Software akuntansi atau jaringan IT?
e. Atau Anda ingin perusahaan Anda yang saat ini menjadi lebih berkembang dengan penerapan system manajemen modern?
f. Anda belum memiliki marketing strategy atau brand strategy?
g. Perusahaan Anda sudah ada namun tidak ada system manajemen yang bagus yang bisa menopang kinerja perusahaan?
h. Dan masalah lain yang Anda hadapi sehari-hari di perusahaan lainnya..
Apapun masalah Anda, saat ini Anda tidak sendirian, karena kami ada untuk membantu menyelesaikan masalah di perusahaan Anda semua.
Kami adalah perusahaan konsultan yang berdiri sejak lebih dari 12 tahun dan beroperasi di seluruh Indonesia. Klien kami terdiri dari berbagai macam perusahaan local dan asing.
Service kami terdiri dari 4 bagian utama:
1. Konsultan manajemen / konsultan bisnis
2. Konsultan manajemen ISO
3. Konsultan Akuntansi Sistem
4. Konsultan IT Programming and Development
Bagaimana kami bekerja?
Tentu anda ingin kami bekerja sebagai konsultan manajemen / konsultan bisnis dan konsultan usaha Anda bekerja dengan professional dan memberikan hasil. Oleh karena itu metode yang kami terapkan juga merupakan metode yang bersifat win-win solution, atau saling menguntungkan. Kami menyebutnya dengan metode gap analysis atau business check up.
Lalu apa yg didapat dalam gap analysis atau business check up?
Yang anda dapatkan adalah pemetaan situasi perusahaan Anda dengan objective dan solusi yang akan Anda lakukan. seperti seorang dokter kami melakukan analisa di perusahaan sehigga ketika kami memberikan obat kami melakukan dengan tepat dan Anda bisa sembuh dengan cepat.
Setelah Gap Analysis apa yang dilakukan?
Metode kedua yang kami lakukan adalah dengan konsultasi implementasi untuk memecahkan masalah yang muncul. Pemecahan masalah dimulai dari titik masalah yang kritis dimana perlu pembenahan secara tepat dan cepat. setelah itu baru memasuki pembenahan disisi lain atau divisi lain yang harus cepat dibenahi.
Pembenahan sistem dilakukan oleh konsultan dengan garansi sistem yang diterapkan adalah design sistem yang efisien dan efektif mulai dari supply, logistik, gudang, sumber daya manusia, office, business process, recruitment sdm, marketing, branding, dll.
Semuanya itu dianalisa berdasarkan hasil gap analisys.
Apalagi yang didapatkan?
Melalui gap analysis kita bisa menganalisa kebocoran di satu divisi, misalnya divisi akuntansi maka kita harus melakukan gap analysis di divisi akuntansi dan keuangan sehingga bisa mengetahui apakah ada kebocoran keuangan atau tidak? atau apakah Anda sudah benar dalam menentukan Harga Pokok Penjualan (HPP)? atau divisi operation yang menurut Anda bermasalah.
Pada prinsipnya dengan metode awal gap analysis atau business check up kami membantu Anda melihat secara objective permasalahan di perusahaan Anda.
Berapa lama waktu yang akan digunakan untuk menyelesaikan semua itu?
Penyelesaian waktu sangat tergantung dari tingkat kerumitan dan keinginan Anda dalam menentukan batas kualitas manajemen perusahaan. Namun di Sien Consultants kami tidak mengenal waktu untuk membantu dan menyelesaikan persoalan yang Anda percayakan kepada kami. Namun konsultan kami adalah konsultan yang memiliki dedikasi untuk membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi perusahaan agar bisa keluar dari masalah dan mampu mandiri.
Dapatkan Anda mempercayai kami?
Tentu saja Anda harus percaya. Karena kami adalah konsultan manajemen yang berintegritas dengan menjaga property intellectual klien kami dan kami memiliki metode kerja transparan, sistematis dan ketat dalam penyelesaian pekerjaan kami. Selain itu kami memiliki motivasi untuk bekerja bukan semata-mata demi rupiah atau materi belaka, namun didasarkan pada semangat membantu sesama dan berdasarkan kasih Tuhan.
Apakah kami memberikan Garansi?
Iya, kami memberikan garansi terhadap system yang kami buat agar berjalan secara efektif dan efisien. Garansi itu kami lakukan untuk memberikan after sales service dimana jikalau system yang kami buat tidak berjalan efektif dan efisien sesuai dengan yang disepakati kedua belah pihak maka, kami akan memberikan waktu untuk mendesain ulang system yang ada tanpa biaya tambahan.
Apakah Anda bisa mendapatkan gambaran lebih lanjut?
Ya, hubungi business consultant kami sekarang juga dan kami dengan senang hati akan melakukan presentasi di manapun Anda berada.
Hubungi business consultant kami sekarang jugauntuk masalah Anda Konsultan bisnis, business consultant, konsultan manajemen, konsultan bisnis manajemen, konsultan perusahaan, konsultan usaha:

REKO HANDOYO, S.IP
Business Consultant
PT. Sien Corpora (SIEN CONSULTANTS)
Jl. Batuceper 7A Jakarta Barat, Indonesia
Mobile: 081932985325, 0813 89411679, 081807902678
Kantor: 021-36233226. fax: 021-5682655
Email: reko.handoyo@gmail.com, reko@sienconsultant.com

Tinggalkan sebuah Komentar

RETAIL CONSULTANT, KONSULTAN RITEL, MINIMARKET CONSULTANT, MANAJEMEN RITEL CONSULTANT, INDONESIA RETAIL CONSULTANT, PELATIHAN MANAJEMEN RITEL, RITEL CONSULTANT, KONSULTAN TOKO, DISTRIBUTOR CONSULTANT, MINI MARKET KONSULTAN, KONSULTAN SUPER MARKET, KONSULTAN DISTRIBUTOR, KONSULTAN SWALAYAN, KONSULTAN JARINGAN RITEL MODERN, MANAJEMEN RITEL CONSULTANT, MANAJEMEN RETAIL CONSULTANT, KONSULTAN BISNIS RITEL, RITEL MANAJEMEN KONSULTAN, KONSULTAN STORE AND LAY OUT. UNTUK INFORMASI LEBIH LANJUT HUB: REKO HANDOYO, 081389411679, 081932985325.PT. SIEN CORPORA. Kantor: 021-36233226

RETAIL CONSULTANT, KONSULTAN RITEL, KONSULTAN RETAIL, MANAJEMEN RITEL CONSULTANT, INDONESIA RETAIL CONSULTANT, PELATIHAN MANAJEMEN RITEL, RITEL CONSULTANT, KONSULTAN TOKO, DISTRIBUTOR CONSULTANT, MINI MARKET KONSULTAN, KONSULTAN SUPER MARKET, KONSULTAN DISTRIBUTOR, KONSULTAN SWALAYAN, KONSULTAN JARINGAN RITEL MODERN, MANAJEMEN RITEL CONSULTANT, MANAJEMEN RETAIL CONSULTANT, KONSULTAN BISNIS RITEL, RITEL MANAJEMEN KONSULTAN, KONSULTAN STORE AND LAY OUT. UNTUK INFORMASI LEBIH LANJUT HUB: REKO HANDOYO, 081389411679, 081932985325.PT. SIEN CORPORA. Kantor: 021-36233226

Industri retail berubah dengan cepat. Perubahan-perubahan itu dapat dilihat dari 1). Perbedaan yang mendasar dan terus berkembang dalam format retail. 2). meningkatnya konsentrasi industri. 3). Globalisasi dan 4). Penggunaan berbagai cara untuk berinteraksi dengan konsumen.

Saat ini konsumen dapat membeli barang yang sama dari sejumlah retail yang berbeda. Masing-masing format retail menargetkan pangsa pasar yang berbeda dan yang semakin meningkat. Tiap jenis retail menawarkan manfaat yang berbeda, sehingga para konsumen bisa berlangganan pada retail yang berbeda untuk pembelian dan kebutuhan yang berbeda.

JASA KONSULTANSI RETAIL YANG KAMI BERIKAN :

A. Setting Up Jasa Retail Baru
SIEN Consultants akan melakukan konsultasi dan training untuk membuka jasa retail baru  dengan system maintenance yang disepakati bersama. Dalam set up jasa retail baru kami memulai dari feasibility study, pembuatan bisnis plan, konsultasi manajemen, pembentukan prosedur, develop software retail hingga promosi dan maintenance. Layanan kami bersifat integrated system dimana setiap aspek yang kami berikan mulai dari awal hingga aspek operasional kami develop sehingga memiliki peran dan fungsi yang maksimal.

Karena itu, ada beberapa tahap yang akan kami jalankan yaitu:

1. Study Kelayakan Usaha Retail (Retail Feasibility Study)
Dalam Study kelayakan usaha retail ini, kami melakukan analisa, survey market, competitor, trend pasar, analisa hukum, analisa aspek keuangan, aspek manajemen organisasi, manajemen pemasaran hingga menjadi sebuah laporan study kelayakan usaha retail yang bisa menjadi bahan keputusan penting dari pihak klien.

2. Perencanaan Bisnis Retail (Retail Business Plan)

Hasil dari study kelayakan usaha retail yang sudah kami lakukan kemudian kami bentuk dalam bentuk perencanaan bisnis retail dimana di bahas dan dianalisa secara mendalam mengenai rencana bisnis retail dalam kurun waktu beberapa tahun ke depan. Perencanaan Bisnis Retail ini bisa disamakan dengan blue print bisnis retail.

3.Pengembangan Manajemen Usaha Retail (Retail Business Development)

Dalam pengembangan manajemen retail kami memberikan konsultasi dan training manajemen retail yang dilakukan oleh konsultan kami yang berpengalaman di bidang masing-masing yaitu:
a. Sistem Manajemen Retail
Mencakup dukungan dalam berbagai aspek manajemen retail, meliputi:
Strategi retail menekankan untuk memanfaatkan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan. Strategi retail meliputi penentuan target pasar, sifat barang dan jasa yang ditawarkan,dan bagaimana retail memperoleh keuntungan jangkan  panjang dari para pesaingnya. Bagian kebutuhan strategi dalam strategi retail antara lain strategi pasar, strategi keuangan, strategi lokasi, struktur organisasi dan sumber daya manusia.

Aspek pemasaran dalam retail meliputi:

1. Definisi strategi pemasaran retail

2. Pemahaman terhadap target pasar bila dikaitkan dengan pilihan terhadap format retail

3. Bagaimana retail dapat membangun strategi keunggulan bersaing yang berkelanjutan

4. Tahapan dalam mengembangkan strategi pemasaran retail

Aspek Manajemen Sumber Daya Manusia dalam retail meliputi:

1. Alasan mengapa manajemen SDM mempunyai peranan penting membentuk sebuah bisnis atau organisasi retail

2. Bagaimana retail membuat keuntungan yang kompetitif dan mendukung, dengan cara mengembangkan dan mengelola SDM

3. Bagaimana retail mengkoordinasi aktivitas para karyawan dan memotivasi mereka mencapai tujuan

4. Program-program manajemen SDM untuk membangun komitmen kerja

5. Bagaimana dan mengapa retail mangatur perbedaan antarkaryawan

Aspek Keuangan dalam retail meliputi:

1. Bagaimana strategi retail direfleksikan dalam tujuan keuangan

2. Bagaimana retail menggunakan alat-alat dan metode untuk mengevaluasi kinerjanya

3. Bagaimana model strategis keuntungan dapat digunakan


Aspek pemilihan lokasi dalam area perdagangan retail meliputi:

1. Tipe Lokasi yang memungkinkan oleh retail

2. Mengevaluasi keunggulan relatif dari setiap area perdagangan yang dipilih.

3. Tipe lokasi perdagangan yang memungkinkan untuk tumbuh

4. Jenis lokasi yang ada

5. Alasan mengapa suatu retail tetap berlokasi disuatu tempat tertentu meskipun ada retail lain berlokasi ditempat berbeda

6. Keuntungan relatif yang didapat dari sebuah tipe lokasi

7. Tipe lokasi yang cocok bagi retail

8. Tipe lokasi yang kurang diminati

9. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan oleh peritel dalam memilih lokasi

Aspek Sistem Informasi dan Manajemen meliputi:

1. Keunggulan strategis yang diperoleh melalui manajemen rantai pemasok

2. Bagaimana barang daganan dan informasi mengalir dari vendor ke retail ke pelanggan dan kembali

3. Perkembangan informasi dan teknologi yang bisa memudahkan komunikasi antara vendor dengan retail

4. Sistem pengiriman respons cepat

Manajemen Hubungan Pelanggan ( Customer Relationship Management) meliputi:

1. Pengertian manajemen hubungan pelanggan

2. Peran Customer Relationship Management sebagai strategi membangun kesetiaan pelanggan

3. Implementasi program Customer Relationship Management dalam bisnis retail

b. Software retail

SIEN Technology memiliki software retail yang dapat didevelop dengan system customize yang baik untuk minimarket yang bisa link dengan system web basis baik dengan retail yg lain ataupun dengan gudang. Untuk software ini SIEN Technology akan membangun software sesuai kebutuhan dari customer sehingga modul yang diberikan juga berdasarkan permintaan dari  customer.

B. Retail Consulting Management (Manajemen Retail Consultants)

SIEN Consultants juga memberikan bantuan konsultasi dan training serta audit retail kepada perusahaan retail yang sudah berjalan. Bentuk konsultasi dan training yang diberikan bisa saja sama dengan pembenahan di system manajemen retail seperti manajemen sumber daya manusia (hr manajemen), manajemen akuntansi dan financial, manajemen organisasi, manajemen pemasaran dan brand. Dengan system konsultasi yang progressif SIEN Consultants membantu perusahaan dengan fair dan terbuka dalam system bagi hasil asalkan didasarkan pada kejujuran, ketulusan dan kepercayaan.

C. Audit Retail

Selain konsultan retail dan training SIEN Consultants juga memberikan audit retail yang tujuannya untuk mengetahui apakah operasional retail yang kita harapkan bisa berjalan dengan baik atau tidak.  Dalam audit ini semua aspek manajemen akan diaudit dengan menggunakan standard yang berlaku seperti ISO 9001 untuk mengaudit system manajemen, PSAK untuk mengaudit system akuntansi keuangan dan HR Management untuk mengaudit manajemen sumber daya manusia. Hasil laporan audit ini akan mengetahui letak kebocoran dan kelemahan system yg dibangun sehingga akan memudahkan dalam memperbaiki menuju kinerja yang lebih baik lagi.

Dapatkan informasi lengkap mengenai konsultan retial, konsultasi ritel, training retail dan audit retail hanya ke:
CONTACT US

REKO HANDOYO (Business Consultant)
PT. SIEN Corpora (SIEN Consultants)
Retail Business Management and Development
Jl. Radiul No.6 Jatiupulo Tomang Jakarta Barat, Indonesia

HP: 081389411679, 081932985325, Kantor: 021-36233226. 021-98567515
http://konsultan-manajemen.com

Email: reko.handoyo@gmail.com, reko@sienconsultant.com

Komentar (1)

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Komentar (1)